Bukan siapa-siapa

Lirik dan Terjemahan Lagu "Chippoke Na Ai No Uta" OST The Liar and His Lover 2013

Hasil gambar untuk chippoke na ai no uta lirik dan terjemahan


"Dia bilang aku orang yang jujur. Aku, yang tak bisa apa-apa kecuali berbohong. Tertawa saat dia pura-pura tidak melihat kebohonganku. Aku sama sekali tidak pantas untuknya." (Aki, The Liar and His Lover, 2013)

Ikinari utai dashitari
tiba-tiba mulai bernyanyi
ikinari kiss o shitari
tiba-tiba menciummu.
kimi ni wa takusan
Aku harus
"gomen ne" te iwanakucha ne
meminta maaf padamu atas banyak hal.
nakushichau no ga kowakute
ketakutan kehilangan dirimu.
uso bakka tsuite shimau boku dakedo
akhirnya aku terus berbohong.
demo ne, kimi no mae de wa
tetapi, di depanmu,
hontou no jibun de itakattanda
aku ingin menjadi diriku sendiri.
boku no sonzai ga
walaupun jika keberadaanku
kimi no hikari ni kage o otoshite shimau toshitemo
akhirnya membayangi sinarmu.
kimi no sonzai wa
aku ingin keberadaanmu
dareka o terashitsudzukete ite hoshiinda
terus menerangi seseorang
boku ga itemo, boku ga inakutemo
meskipun aku ada atau tiada di sana,
kimi wa koko de kagayaite
kau akan terus bersinar di sini.
motto isshoni warattari
tertawa bersama
motto naitari sureba yokatta ne
dan menangis takkan apa-apa.
sunaona omoi ni
dengan perasaan jujur,
imasara kidzuiterunda
aku terlambat menyadarinya
itsumo kimi wo omotteru yo
aku selalu memikirkanmu.
sokokashiko ni sagashiteru yo
aku mencarimu ke mana-mana.
kimi no sono koe ga kikitai na
aku ingin mendengan suaramu.
ima sugu koko de
sekarang, di sini.
kimi no egao ga
senyummu.
boku o kurayami kara tsuredashite kuretanda
kau mengeluarkanku dari kegelapan.
demo boku no yokogao ga
tapi bayangku,
kimi no egao kumorasete shimaunda
malah menghalangi senyummu.
kimi ga itemo, kimi ga inakutemo
meskipun kau ada atau tiada di sini,
boku wa koko ni irarenai
aku tak bisa hadir di sini
tenohira ni tsukanda yume o
impian yang ku genggam di tangan,
ima wa oitsuzukete ikou
aku akan mengejarnya sekarang.
hitori demo kitto koete yukeru
meskipun jika aku sendirian, aku pasti bisa melewatinya.
tatoe ima ha genjitsu ni shibararete ikigurushikutemo
meskipun sekarang, aku terjebak dalam kenyataan yang menyesakkan.
yoake wa tashikani yatte kuru
fajar pasti akan datang.
boku no kono uta ga
aku berharap,
kimi no senaka o sotto oshite kureru to ii na
aku akan selalu memberimu kekuatan.
tsutaetai koto
dari segala hal yang ingin kukatakan kepadamu,
nani hitotsu tsutaerarenai boku dakara
aku tak bisa mengucapkannya satu patah kata pun.
kimi no egao ga
senyummu.
boku o kurayami kara tsuredashite kuretanda
kau mengeluarkanku dari kegelapan.
itsuka boku no egao ga
aku berharap suatu hari nanti,
kimi no egao to shinkuro suru to ii na
senyumku akan selaras dengan senyummu.
kimi to boku ga deaeta kono kiseki
bisa bertemu denganmu, keajaiban ini,
kokoro kara kansha shite iru yo
aku bersukur dari hatiku yang paling dalam.
itsuka kono uta kimi ni todoku kana
aku ingin tahu apakah lagu ini akan sampai kepadamu kelak.
chippoke na ai no uta
sebait lagu cinta yang mungil.
ai no uta
sebait lagu cinta.


Well, film ini udah lumayan lama ya dari tahun 2013 dan aku baru nontonnya beberapa hari yang lalu di tahun 2019. Sebenarnya ada OST lain dari movie ini, tapi aku lebih suka OST yang ini, tanya kenapa? yagitu!
btw, ini kedua kalinya aku ketik lirik ini, karena  ketikan pertama dan berhasil di upload ga sengaja terhapus, ga bisa dikembalikan lagi karena ga ngerti caranya, kata orang-orang di gugel sih karena udah dihapus sama cache, yaudah deh karena aku niat banget sama ini lirik, aku ketik ulang aja lagi, lumayan persis kayak yang pertama tadi, yah lumayanlah wkwk.

:)

AKU



Suatu saat mungkin kalian akan tau, bagaimana sulitnya menjadi aku.
sangat sulit untuk mengutarakan apa yang ada dihati.

Aku kesulitan menghadapi orang-orang, karena aku tidak bisa menjadi apa yang mereka harapkan dan inginkan dariku.

Aku juga merasa kesulitan, saat orang lain berkata padaku "tidak apa-apa, tetaplah menjadi diri sendiri." Namun saat aku menjadi diri sendiri, lagi-lagi aku harus terpaksa "ber-palsu" ria. Mereka tidak terima dengan diriku ketika aku menjadi diriku sendiri.
Saat aku bersikap palsu, mereka kembali mengatakan "tidak perlu menjadi orang lain, jadilah diri sendiri." 

Mau lu apa sih? Aelah!

Taukah kalian, saat aku menjadi palsu, aku sangat benci pada diriku sendiri. Aku mengutuki diri kenapa aku harus mengikuti kemauan orang-orang? Tapi, jika aku tak mengikuti kemauan mereka, tak ada orang yang mau menerima sikap "menjadi diriku sendiri" ini.

Aku benar-benar kesulitan!

Aku benar-benar tidak mampu mengimbangi langkah orang-orang, aku tidak mampu mengikuti langkah mereka, aku tidak mampu berjalan dibelakang mereka, namun aku juga tidak mampu berjalan didepan mereka.

Aku tidak bisa mengimbangi langkah, mengikuti langkah, berjalan ke depan, bahkan aku tidak bisa menjadi diriku sendiri. Karena diluar sana, sangat banyak orang yang hanya mampu mengomentari ketika aku menjadi diriku sendiri atau ketika aku bersikap palsu.

Ada banyak pertanyaan ketika aku berurusan dengan orang-orang. Aku juga dituntut untuk mampu menyenangkan orang lain, meskipun aku tidak nyaman!

Kenapa sih orang-orang marah dan ga terima kalau orang lain mengatakan yang sebenarnya?
Kenapa sih orang-orang lebih senang dibohongin daripada harus mendengar hal yang sebenarnya?
Terus, kalau tau itu bohong, kenapa sih orang-orang malah marah dan bilang "harusnya kamu mengatakan yang sebenarnya!".

Oh hello!
What the hell?
Kalian benar-benar rumit!

Aku tau, semua orang ga suka dengerin kabar buruk, terutama tentang dirinya. Tapi bagiku yang sok realistis, lebih baik mendengarkan hal buruk meskipun pahit daripada harus dibuai dengan manis dan sejuknya angin kebohongan.

Klise bukan?

Inilah yang membuat orang lain ga setuju dan sependapat denganku. Inilah yang menjadi asal muasal kenapa aku harus bersikap palsu.

Herannya, orang-orang ga suka kalau ada orang lain yang bersikap palsu padanya, padahal dia sendiri sebenarnya adalah sebuah kepalsuan. Ya, itu aku!

Kenapa harus serumit ini?
Mungkin ini lebay, namun suatu saat mungkin kalian akan tau, bagaimana sulitnya menjadi aku!

Menderita kok Bangga?

Ilustrasi 
Saat kita mengalami sesuatu, kita cenderung mencurahkannya pada orang terdekat, berharap kejadian-kejadian menyakitkan itu sedikit berkurang. 
Saat orang terdekat mengalami hal yang sama, kita terkadang menjadi opsi bagi mereka untuk mencurahkan kepedihan yang sedang mereka rasakan.
Namun anehnya, saat kita menceritakan kesedihan yang sedang kita rasakan misalnya kepada teman, tak jarang diapun ikutan curhat, curhat dadakan. 
Bahkan kita sendiri kadang juga sering begitu bukan? Saat ada teman yang sedang curhat, kita malah bilang "Ah, masih mending kamu begitu, aku lebih parah". 
Bukannya memperoleh kelegaan, kadang kita prihatin dengan mereka yang lebih menderita. Atau bahkan teman kita juga ikut prihatin pada diri kita tapi di dalam hati kita berkata-kata, alah kamu cuma segitu doang, kamu belum merasakan apa yang aku rasakan.

Well, kenapa sih kita harus bangga kalau diri kita lebih menderita dari orang lain?
Kenapa sih kita harus mengumbar-umbar penderitaan sendiri?
Kenapa sih ketika ada yang berbicara tentang penderitaannya kita malah bilang "mending kamu begitu, aku lebih parah dari kamu"?
Ada apa sebenarnya?
Apa kita ingin orang lain mengakui bahwa sebenarnya kita lebih menderita?
Atau berharap agar orang lain berpikir bahwa kita lebih kuat menghadapi penderitaan?
Atau kita ingin orang lain belajar dari cara kita menghadapi penderitaan?

Yah, mungkin pendapat terakhir hanya 1% orang yang akan berpikir begitu.
Sisanya? Aku yakin 99% dari mereka akan prihatin dan bersorak sorai di dalam hati: mensyukuri dirinya tidak seapes dirimu.
Bahkan temanmu sendiri bisa jadi dalam hatinya malah berkata "sial bener nasib temenku ini". (Ini pengalaman sih wkwk)

Kamu suka dikasihani?
Ya, mungkin hampir semua orang senang diberikan kasih sayang, tapi ga semua orang senang dikasihani. Aku yakin kamu tau bedanya.

Menurutku, jangan melulu menunjukkan wajah menderitamu, apalagi pada teman yang senang kamu lebih menderita dari dia. Karena bisa jadi orang lain senang melihat penderitaanmu, walau prihatin di depanmu.
Jika itu yang kau lakukan, maka............
Kau tak lebih dari lelucon-lelucon didrama yang mereka tonton, mereka menikmati lelucon didrama itu untuk ditertawakan kembali bersama teman atau orang lain.

Jangan mau menjadi lelucon bagi orang lain. Jangan biarkan orang lain menemukanmu dalam keadaan yang pantas untuk mereka tertawakan. Be strong! Ada masalah itu curhatnya sama Tuhan, solusi pasti akan kau dapatkan cepat atau lambat.
Melihat orang lain menderita?
Istighfar guys!
Bantu dia dengan doa dan usaha, lalu syukuri nikmat yang kau dapat, syukuri hidup yang kau jalani saat ini, karena ada orang yang lebih menderita dari hidup kita dan ingin berada pada posisi kita.

Ibarat pepatah lama, lihatlah keatas agar terinspirasi, dan lihatlah ke bawah untuk bersyukur. 
Ali Bin Abi Thalib r.a said: Never explain yourself to anyone. The person who likes you doesn't need it, and the person who dislikes you won't believe it. 
Stay strong, stay positif thinking! 

Review Artikel Model Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Jepang

Review Artikel Model Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Jepang
Reviewer: Renni Yusdardilla Putri 

Judul Artikel                         : Model Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Jepang
Nama Penulis                         : Budi Mulyadi
Jumlah Halaman                   : 12 halaman
Tulisan ini berisi hasil review saya terhadap artikel “Model Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Jepang”, yang ditulis oleh Budi Mulyadi (2014). Tujuan review ini adalah untuk mengeksplorasi dan mereview bagaimana model pendidikan karakter dalam masyarakat Jepang.

Mulyadi (2014) mengatakan yang paling menentukan keberhasilan pembentukan karakter masyarakat Jepang dalam lembaga pendidikan formal adalah ada pada implementasinya dalam kehidupan nyata para siswa, di mana pendidikan moral tidak hanya sebatas teori yang diajarkan seperti di Indonesia, tetapi Jepang lebih mengutamakan realisasi dari pengajaran moral tersebut dalam kehidupan sehari-hari (paragraf 2, halaman 73). Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa pendidikan moral di Jepang banyak diajarkan dalam bentuk praktek langsung, seperti tata cara menyebrang jalan, adab di dalam kereta, dan sebagainya yang kesemuanya dilakukan langsung bersama guru dan siswa.
Jepang terkenal dengan kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi, hal tersebut terjadi karena siswa diajarkan untuk selalu datang ke sekolah sepuluh menit sebelum sekolah dimulai dan siswa wajib mengumpulkan tugas tepat waktu. Mulyadi juga menyatakan bahwa pendidikan karakter di Jepang juga diajarkan melalui metode learning by doing. Seperti makan siang bersama, bekerja sama dengan teman, mengucap salam, aktivitas motorik, dan berani tampil di depan kelas. Hal tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, namun yang membedakan hanyalah pada pengimplementasiannya.

Jika kita menonton drama atau film yang diproduksi oleh Jepang, maka kita bisa melihat siswa tidak ada yang diantarkan oleh orangtuanya langsung ke depan gerbang sekolah. Ternyata itu merupakan salah satu cara mengajarkan tentang team work dan kepemimpinan. Siswa SD di Jepang diharuskan berjalan kaki dan berkumpul di pos masing-masing tiap-tiap wilayah secara berkelompok, semua anggota kelompok berkumpul dan masuk ke sekolah jika anggota kelompok tersebut sudah lengkap, jadi tidak ada siswa yang berjalan sendirian, meskipun dalam cuaca dingin sekalipun siswa-siswa tersebut tetap melakukannya.
Hal tersebut membuktikan bagaimana bangsa Jepang sangat memahami bahwa pendidikan memegang peranan yang sangat penting pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, sehingga pendidikan karakter ditanamkan sedari dini.
Secara umum, tulisan Mulyadi sangat mampu memberikan pengetahuan baru tentang bagaimana model pendidikan karakter dalam masyarakat Jepang. Agar bisa lebih memberikan deskripsi yang mendalam, saya merekomendasikan untuk membaca dan menelaah artikel tersebut sehingga pemahaman tentang pendidikan karakter semakin baik, dan juga bisa menjadi salah satu referensi untuk membentuk, menanam dan membangun karakter anak Indonesia.


Tidak Ada Ide Adalah Sebuah Ide


Tidak ada ide adalah sebuah ide
Jujur saja tema ini aku dapatkan ketika aku tidur dan bermimpi, ketika bangun aku langsung menuliskan ide ini. Dalam mimpi, aku yang backgroundnya adalah pendidikan, menjadi seorang guru disebuah sekolah yang tidak asing lagi bagiku, tapi ketika dalam mimpi semuanya kadang tampak tidak rasional, tidak seperti kehidupan nyata. Ketika aku mengajar di sekolah (sekolahnya adalah perpaduan antara sekolahku ketika SMA dan siswanya adalah siswa ditempatku magang dulu, kombinasi yang luar biasa) sebagai guru aku dituntut untuk membuat sebuah tulisan dan review tentang pembelajaran yang akan berlangsung. 

Hari pertama lancar-lancar saja, aku mampu membuat 2 tulisan yang menarik, dan masalah muncul dihari kedua, karena pada hari kedua aku diharuskan membuat 3 tulisan, sesuai dengan jumlah aku harus mengajar dalam 1 hari. Jadi jika aku mengajar dalam 1 hari sebanyak 2 kali, maka tulisannya ada 2, karena keesokannya aku mengajar 3 kali aku harus membuat tulisan sebanyak 3 buah (sekarang aku paham, dikehidupan nyata ternyata tulisan ini adalah seperangkat RPP -rencana pelaksanaan pembelajaran- yang wajib ada sebelum guru mengajar). 

Di hari kedua, aku baru menyelesaikan 2 tulisan untuk pertemuan ke 1 dan 2, namun aku mendadak tidak punya ide untuk membuat tulisan ketiga, sedangkan pertemuan ke 2 dan ke 3 tidak ada jeda, begitu selesai kelas pertemuan ke 2 aku langsung masuk ke pertemuan ke 3. Aku uring-uringan, galau, waktu semakin dekat sedangkan aku belum juga punya ide sedikitpun untuk membuat tulisan.

Lalu aku mengatakan pada nenekku bahwa aku tdk punya ide (ada nenek dalam mimpi, mungkin aku rindu). Berkali-kali ku katakan bahwa aku tidak punya ide. Aku terdiam, dan mengulang-ulang kata tidak ada ide dan sebuah ide. Sehingga terciptalah gagasan baru didalam mimpi bahwa tidak ada ide adalah sebuah ide.

Yap benar, tidak ada ide adalah sebuah ide bagus untuk membuat sebuah tulisan. Mengapa kita tidak mendapatkan ide, penyebab kita tidak mendapatkan ide, dan solusi mudah mendapatkan ide, bisa kita jadikan sebuah tulisan. Dan langkah terakhir adalah dengan mengembangkan kerangka-kerangka tersebut.

Berhubung kita sedang berbicara tentang ide, yuks kita bahas sekalian kenapa kita tidak atau sulit mendapatkan ide.
Ide adalah sebuah rencana atau gagasan dalam pikiran kita.
Mengapa kita sulit mendapatkan ide? Karena kita tidak peka. Seperti tulisan saya sebelumnya tentang "PEKA, salah satu cara mendapatkan inspirasi", bahwa kita kurang peka. So sepele!
Tapi ternyata itu adalah salah satu biang masalah selain kita kurang membaca, kurang berlatih, kurang pengalaman, kurang main, kurang piknik, kurang makan, dan kekurangan-kekurangan lainnya. 

Karena kita sudah mendapatkan penyebabnya, kita langsung bisa menemukan solusinya, yaitu dengan menjadi pribadi yg lebih peka, ketika sudah menemukan ide tulislah idenya pada kertas/buku, di hp atau dimana saja yang mudah kamu akses kembali nanti. For example, tulisan ini muncul karena kepekaan penulis terhadap mimpi yang dialami, lalu ketika bangun ide ini langsung ditulis seadanya di tablet. Sehingga ide yang muncul ini tidak sia-sia dan bisa dikembangkan menjadi sebuah tulisan. 

Selain itu, berlatih adalah hal yang sangat penting, karena tanpa berlatih kita tidak akan terbiasa dan akan mengalami kesulitan.
Nah begitulah ceritanya kenapa tulisan ini bisa muncul. Kalau begitu, saya akan menantang teman-teman semua seberapa peka kah kalian, nah dari tulisan saya ini, apakah teman-teman bisa membuat tulisan baru dengan ide yang sangat mudah dan kata-katanya terinspirasi dari tulisan hari ini atau tulisan-tulisan lainnya dr blog ini? Kalau ada koment di bawah ya, kita akan berbagi kepekaan.
Akhirul kalam, happy reading guys, enjoy it!
Kalau begitu selamat membaca dan selamat hari minggu, enjoooyyy 😊 

Seharusnya, Aku Tak Perlu Percaya!

Sudah berapa kali keadaan mengingatkanmu untuk tidak lagi percaya pada manusia, percaya pada janji-janji manusia, berharap pada janji-janji manusia?
Seharusnya aku sadar, aku tak lagi berharap pada orang-orang itu. Tak mudah percaya dengan janji orang-orang itu. Seharusnya aku bisa mengambil hikmah dari semuanya.
Seharusnya ku tepati janjiku dulu untuk tidak lagi percaya pada manusia.
Tapi dengan sedikit kata manis penuh harapan untuk masa depan, aku luluh, mudah sekali percaya dan meng-iya-kan kata-kata mereka.
Seharusnya aku mendengarkan kata seseorang untuk tidak terlalu baik dalam mempercayai orang lain.
Seharusnya aku bisa melakukan apapun sendiri.
Seharusnya aku tidak perlu terikat dengan orang lain.
Seharusnya aku sadar, ketika aku memprioritaskan seseorang, maka seseorang tersebut belum tentu memprioritaskan diriku, bisa jadi dia memprioritaskan orang lain.
Kecewa? Lagi? Huh! Aku benar-benar lelah!
Ku kira, kau akan berusaha selalu ada untukku seperti aku selalu berusaha ada untukmu!
Dulu masa-masa skripsi mu belum kelar, kau selalu memintaku menemanimu. Lalu aku datang, meskipun terlambat aku akan datang, tapi jarang sekali aku terlambat, aku selalu berusaha ada ketika temanku yabg memintaku. Begitu pikirku!
Lalu kau pun berjanji, jika nanti aku belum selesai, kau akan menemaniku juga apapun yang terjadi. 
Tapi pada kenyataannya, saat ku butuh, kau tak ada. Mirisnya lagi, kau bahkan tak datang!
Masa-masa penelitian tiba, di hari pertama aku memintamu menemaniku menjadi dokumentator. Kau mau, Alhamdulillah.
Di hari kedua, dengan santai kau kirim pesan, "ren maaf ya aku ngantuk berat". Apa boleh buat? Aku tak bisa memaksa orang untuk ku minta tolong. Lalu kau merasa bersalah, berjanji kalau nanti akan menemaniku di hari lain.
Hari penelitian terakhir tiba, sehari sebelum penelitian aku menagih janjimu, kau meng-iya-kan meski kau sempat bilang "ren kalau ada yang lain sama yang lain aja perginya", aku ga mau dong capek-capek harus cari orang lain sedangkan aku punya teman! Lagian dia juga sudah berjanji kan? 
Keesokannya, lagi-lagi kau tak datang teman, aku sudah menghubungimu tapi suuliit sekali, kau tak ada kabar sama sekali.
Aku terpaksa menghubungi orang lain, mendadak! Karena perbuatanmu!
Apa aku marah? Kecewa? Aku mencoba tidak!
Tapi lihat apa yg terjadi setelahnya. Aku tak mendoakan mu yang buruk-buruk, tapi kejadian buruk datamg padamu karena kau telah mendzalami dan ingkar janji pada temanmu!
Kini, kau tak lagi punya banyak kesibukan hanya menghitung hari menuju wisuda. Aku lagi-lagi memintamu menemaniku revisi, aku juga mau sarjana sepertimu. Berulang kali tak bisa, rupanya kau masih punya banyak kesibukan dengan temanmu yg lain. Yasudah, apa boleh buat, ku lakukan semua sendiri, ternyata aku bisa sendiri, meskipun rasanya berbeda jika mengerjakan hal-hal berat dengan teman. 
Tapi aku ingin bertanya, apakah janji selalu ada saat aku butuh hanya sebatas ucapan saja bagimu? 
Apa hanya aku yang menganggap itu sebagai janji? 
Apa hanya aku yg mempercayai kata-kata itu?
Apa hanya aku yg menganggap kamu teman?
Aku tau kamu lelah, aku tau kamu sibuk, aku tau aku bukan satu-satunya temanmu. Tapi tolong jangan terlalu sering ingkar janji, terutama pada teman2mu yg lain.
Mungkin kamu belum merasakan dikhianati oleh janji, jadi kamu merasa itu hal biasa.
Tapi bagiku, jika seseorang sudah berjanji, maka dia harus menepati janjinya, karena aku selalu berusaha menepati janji-janjiku.
Maka seharusnya, aku tak lagi percaya pada janji, percaya pada janji manusia, dan aku tak mau lagi membuat janji.

Maaf, tak ada lagi celah untukmu [sebuah ungkapan kecewa terdalam]



Katanya, memaafkan itu berarti memberi ruang untuk rasa benci.
Tapi maaf, aku tak akan lagi memberikan ruang, jangankan ruang, sedikit celah pun tak kan ku biar terbuka.
Untuk apa? Itu percuma! Endingnya udah ketahuan.
Ketika aku mulai memberi sedikit celah, kamu dengan mudah membuat celah itu semakin besar, hingga menciptakan ruang yang besar, menganga, sulit untuk ditutup lagi, kecuali dengan rasa kecewaku pada mu.
Kamu mudah mengusik kehidupan orang, kamu mudah menghakimi orang, kamu mudah membuat orang percaya bahwa kamulah korbannya, dan akulah yang selalu jahat. Kamu memang hebat!
Kamu menganggap dirimu sempurna dengan segala pemikiranmu. Menganggap remeh orang yang berbeda denganmu. Membuat orang lain selalu ingin minta maaf padamu.
Tapi pernahkah kamu merasa bersalah sedikit saja?
Berniat untuk meminta maaf atas segala kesalahpamahan yang kamu ciptakan sendiri?
Meminta maaf karena selalu menyebut orang lain jahat?
Meminta maaf karena selalu menghakimi orang lain dengan pikiran dan lisanmu yang aduhai.
Bukan, bukan itu maksudku.
Minta maaflah untuk dirimu sendiri yang selalu merasa diri benar, berhentilah mengoreksi setiap detail perbedaan orang lain dengan dirimu.
Berhentilah membuat orang lain terlihat buruk.
Berhentilah!
Sungguh aku muak. Bahkan aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi memberi sedikit celahpun untuk orang sepertimu berada dalam kehidupanku. Mencoba mencuri peranku untuk diriku sendiri.
Berhentilah menjadi orang yang sempurna!
Kesempurnaan itu bukanlah milikmu, tapi milik penciptamu!
Maaf, tak ada lagi celah untukmu!